:::: SELAMAT DATANG DI BLOG KAK DIDIK SETIAWAN ::::

Pengalaman Internet Sehat Di Tanah Borneo

Tarakan (didikregaz) – Internet Sehat ? Apa sebenarnya yang dimaksud Internet sehat itu ? Internet Sehat disini dapat diartikan sebagai suatu aktifitas manusia yang sedang melakukan kegiatan online baik browsing, Chating, Social media, upload dan download secara tertib, baik dan beretika sesuai norma-norma dan aturan yang berlaku di masyarakat. Selain itu bisa dikatakan bahwa internet sehat juga mencakup bagaimana kegiatan internet itu bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita.
Adaptasi di tempat dan lingkungan baru merupakan sesuatu hal yang memang membutuhkan waktu. Dengan beragam suku, agama dan budaya yang mendiami tempat tinggalku sementara ini yaitu tepatnya di RT 10 Kelurahan Kampung I Skip Kec. Tarakan Tengah Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Beragam suku yang ada di RT 10 ini antara lain suku Tidung, suku Bugis, suku Dayak, Suku Timor dan pastinya suku Jawa.

Aku sendiri berasal dari Kota Bojonegoro tepatnya di Desa Ngambon Kec. Ngambon, kota dimana yang dulunya kota kecil, terisolir dan bisa dibilang miskin. Semenjak kota ini diketahui bahwa sumber Kandungan Minyaknya besar maka berdatanganlah orang dari luar untuk mencari kerja di Bojonegoro. Eksploitasi besar-besaran pun dimulai. Sekarang Kota ini sudah berubah dari banyaknya bangunan Hotel mewah dan ternama berdiri kokoh di bumi Angling Darma, pusat perbelanjaan, pariwisata dan perbaikan akses jalan.

Tarakan yang dulunya juga daerah penghasil minyak memang daerah idaman, namun seiring habisnya masa eksplotasi minyak maka Tarakan kini sebagai kota perdagangan, pariwisata dan transit serta sebagai saksi awal masuknya Jepang ke Indonesia.  Berawal dari kegiatan Agustusan tahun 2015 yang mana dalam rapat pembentukan kepanitiaan di rumah Bapal Lili Isnanto selaku Ketua RT 10 Kel. Kampung I Skip Kec. Tarakan Tengah Kota Tarakan Kalimantan Utara itu aku sendiri terpilih menjadi ketua panita kegiatan HUT RI ke-70. Setelah kegiatan berlangsung lancar saat itu aku berupaya mengemukaan pendapat kepada Ketua RT ,”Bagaimana jika sebuah RT mempunyai website atau blog Pak, yang menjadi Portal Informasi kegiatan RT disini ?”, Sejenak Pak Lili berfikir dan menjawab, “Apa bisa sebuah RT mempunyai blog atau website, padahal masyarakatnya beragam dan belum ada satupun RT ataupun kelurahan yang mempunyai portal informasi seperti blog atau website di Kota Tarakan ini”. Jika ada pun hanya seketika saja, imbuh pria kelahiran Tegal 45 tahun yang lalu.

Sebelum rapat penutupan dan pembubaran panitia Agustusan dimulai saya sempatkan untuk memaparkan tentang pembuatan blog dan media social RT 10 kepada Tokoh masyarakat dan para pemuda RT 10. Padahal disitu saya sendiri orang baru, yang hanya mendapatkan surat keterangan tinggal sementara (domisili). Sekitar baru 8 bulan tinggal di RT 10 itu beberapa idepun muncul dari pikiran saya, ya meskipun ada pro dan kontra, tetapi buat saya terpenting bisa bermanfaat untuk lingkungan seperti halnya yang pernah saya dapatkan di organisasi Ademos Indonesia, Relawan TIK Kab. Bojonegoro dan Blogger Bojonegoro yang saling membangun Kota dengan mengeksplore Kota Tercinta.

Sebelum saya memaparkan tentang Blog RT tersebut, memang saya sudah mendahului dengan membuat blog dan media social RT 10 yang mana dapat di akses di http://www.rt10kp1skiptarakan.com , sedangkan media sosial mulai dari Facebook, Twitter dan Instagram. Menanggapi Pro dan Kontra tersebut saya akhirnya berdiskusi berdua dengan Pak RT bahwa saya harus membuktikan  yang menilai untuk apa membuat blog dan lain-lain segala itu harus bisa berfikir positif atau dalam bahasanya Melek IT. Dan akhirnya Pak Lili pun menyetujuinya dengan bantuan beliau kami sedikit demi sedikit memperbaiki dan memperbaharui informasi tersebut. Beranjak 3 bulan kemudian, akhirnya apa yang kita kerjakan membuahkan hasil. Anak muda RT 10 sudah mulai saling cuat-cuat di facebook RT 10 yang bernama Warte Sedoso (Warga RT 10), Postingan di Blog RT tersebut beragam mulai dari aktifitas Warga, Tempat Ibdah baik Muslim dan Non Muslim, Hari Besar Islam Muslim dan Non Muslim, Kegiatan Ibu PKK, Posyandu, Remaja dan lain-lain.

Tujuan utama pembuatan Portal Informasi RT yaitu memudahkan warga RT 10 dalam kegiatan berkaitan dengan RT, Sebagai media penyambung silaturrahmi anak-anak warga RT 10 yang kuliah di Jawa ataupun kerja di Jawa yang mana merekapun tahu aktifitas atau kegiatan apa yang terjadi di RT mereka. Dan pada tanggal 3 Februari 2016 kemarin salah satu mahasiswi Universitas Borneo Tarakan bernama Kinta Yuanarista Jurusan Bahasa Indonesia (FKIP) meminta bantuan untuk pengambilan data RT melalui website atau blog RT 10 yang berkaitan dengan Skripsinya. Mahasiswi 22 tahun ini menyakan, “Sudah berapa lama website RT ini mas ? Dan Bagaimana bisa meyakinkan warga RT 10 yang notabennya belum faham tentang dunia Blog maupun website ?”. Dengan tegas Pak RT pun menjawabnya, “Ya sekitar 6 bulanan itu, mestinya dengan PDKT mbak,, hehe (candaan dari Pak RT)”.

Dengan penerapan Internet Sehat, maka beraktifitas di dunia mayapun bisa di control dari yang mulanya dinilai negative maka sekarangpun Warga RT 10 baik muda dan tua memahami pentingnya Internet Sehat dan Positif. Bahkan pihak kelurahan Kampung I Skip ,dan Bagian Humas Protokol Pemkot Tarakan pun mengakui bahwa Blog atau website RT 10 sebagai pelopor portal informasi masyarakat yang pertama di Kota Tarakan dan paling aktif. Meskipun para blogger paguntaka sudah ada. Bahkan ada salah satu putra warga RT 10 bernama Achmad Setiawan yang menempuh kuliah di Rusia pun merasa senang bisa melihat aktifitas Warga RT 10 dari webblog. (tarakan/didikregaz)

6 komentar:

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com