:::: SELAMAT DATANG DI BLOG KAK DIDIK SETIAWAN ::::

Ternak Lele Sangkuriang SMKN Ngambon

Pemberian Pakan
Dunia wirausaha memang sangatlah mengesankan jika kita benar-benar ulet dan tekun untuk melakukannya. Mengapa demikian ? Wirausaha membuat kita selalu berfikir optimis dan mencari berbagai tindakan bagaimana cara memajukan usaha kita, ada juga nilai kesabaran dan paling penting adalah manajemen usaha tersebut. Ya mungkin kebanyakan orang itu menyepelekan hal yang satu ini, jika perhitungan dan analisa kita tidak tepat maka berakhirlah sudah usaha tersebut. SMK Negeri Ngambon yang basicnya mencetak siswa yang memang handal dibidangnya namun juga pandai mencari peluang untuk berwirausaha. Banyak pilihan yang bisa diambil para siswa yang berminat antara lain beternak kambing, beternak lele, beternak ayam dan lain-lain. 


Panen Lele Sangkuriang
Usaha yang satu ini kita akan membahas sedikit tentang lele, ya ada 2 orang siswa SMK Negeri Ngambon yang mengambil usaha tersebut dengan jenis lele sangkuriang. Awalnya ada dana kewirausahaan untuk pengembangan yang dipinjamkan kepada siswa tersebut dengan pengembalian mengangsur. Mereka adalah Wahyu Andreansyah ( XII TKJ 3 ) dan M. Wahyu Nuryadi ( XII TKJ 2). Andre dan wahyu (sapaan mereka sehari-hari) dengan persetujuan dari orang tua pun mengambil dana kewirausahaan tersebut. Maksud dan tujuan pihak sekolah memang bagus, dari sinilah jika usaha tersebut benar dijalankan dengan baik maka besok setelah mereka lulus dapat mengembangkan usaha tersebut dengan pendampingan salah satu guru dibidang kewirausahaan, melatih siswa untuk selalu kreatif dan bertanggung jawab mengelola usaha maupun manajemen administrasi mereka serta tidak ada kata menyerah dan putus asa selagi muda.

 Dengan dana pinjaman kewirausahaan sekitar Rp. 2.000.000,- per siswa maka rinciannya secara umum untuk pembuatan lele  mulai dari pembuatan media 2 buah kolam, 120 kg pakan masing-masing jenis min 2 (60 kg), min 3 (60 kg) dan 2000 bibit sampai panen sekitar Rp. 1.800.000,- dan selebihnya Rp. 200.000,- untuk dana lain-lain atau biaya tidak terduga. Usaha dimulai pada tanggal 25 Oktober 2013 dengan pembuatan 2 buah kolam selama 3 hari (cara pembuatan bisa dilihat di http://didiksetiawan.my.id ) dan tanggal 27 Oktober 2013 sore hari pengisian air pertama sekitar 40 cm dan pengomposan dengan kotoran ternak kambing selama 8 s/d 10 hari yang fungsinya untuk menumbuhan plankton-plankton sebagai makanan awal dari bibit lele. Tanggal 4 Nopember 2013 sore hari benih lele ukuran 4 x 6 dimasukkan oleh saudara Heri Setiyawan (pemilik pembenihan bibit lele sangkuriang). Setelah bibit masuk jangan dulu diberi makan soalnya masih makan plankton ataupun jentik nyamuk yang berkembang dikolam, ya lumayan lah bisa hemat sampai malam. Pakan diberikan 4 kali dalam sehari mulai jam 09.00 pagi, 13.00 siang, 17.00 sore dan 21.00 malam harinya.
Proses Penimbangan
Dengan ketekunan  dan waktu teratur dalam pemberian pakan kita dapat meminimalisir terjadinya kanibalisme.meskipun ada beberapa kendala karena musim yang begitu ekstrim tapi alhamdulillah bisa diatasi dengan baik. Tanggal 10 Januari 2014 panen tahap pertama pun telah tiba, dua kolam itu menghasilkan berat bersih 140 kg dengan sistem tebas Rp. 13.500/kg, total mereka memperoleh sekitar Rp. 1.890.000,-. Selanjutnya dengan rincian Rp. 1.300.000,- untuk modal kembali dan selebihnya untuk mengangsur modal dari sekolah sekitar kurang lebih Rp. 600.000 – Rp. 700.000 yang mana uang untuk biaya lain-lain tidak dipergunakan. Dari sisnilah mental dan cara berfikir kita bisa terasah. Selain itu mereka berdua diajak untuk mengikuti diskusi rutin ( urun rembug )paguyuban lele sangkuriang regaz Ngambon setiap bulannya. Sukses selalu untuk teman-teman lainnya yang berwirausaha dibidang lainnya. SMK Negeri Ngambon Bisa !!  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com