:::: SELAMAT DATANG DI BLOG KAK DIDIK SETIAWAN ::::

Digital Society Bojonegoro Untuk Indonesia

Wakil Menteri ESDM dan Kang Yoto
diskusi di gazebo Kebun Belimbing Ringinrejo
Indonesia merupakan negara kepulauan yang mana terdapat beragam kebudayaan mulai dari adat istiadat, suku bangsa dan bahasa. Semuanya itu terlebur menjadi satu yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan slogan utama Bhineka Tunggal Ika. Jika kita mencermati hal demikian itu, maka Indonesia harus mendigitalisasikan diri untuk meningkatkan  daya saing global demi kemajuan bangsa dan negara. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan yang mana pasti membutuhkan akses komunukasi yang tepat dan akurat demi menunjangnya kelancaran aktivitas dan masyarakatnya mengetahui berbagai informasi yang ada di negara tercinta bahkan dari berbagai negara lain didunia. Indonesia kaya akan sumber daya alam yang melimpah, tinggal bagaimana sumber daya manusianya saja harus cermat dan bijak dalam memanfaatkannya.
Salah satu contoh daerah yang berada di provinsi Jawa Timur benar-benar berkembang pesat dari berbagai aspek pembangunan yaitu kabupaten Bojonegoro. Bojonegoro kota kecil yang dulunya dianggap kabupaten miskin dan terbelakang di kawasan Jawa Timur sekarangpun menghapus anggapan itu. Dengan kepemimpinan dari Kang Yoto sapaan Bupati Bojonegoro (Drs.H.Suyoto,M.Si) daerah ini pun perlahan-lahan berkembang menjadi daerah yang menyokong salah satu pendapatan negara Indonesia dibidang minyak bumi dan gas (migas). Ya memang Bojonegoro adalah daerah penghasil migas terbesar di Indonesia. Namun jika salah dalam pengelolaan hasil aset yang berharga ini akan tidak ada manfaatnya untuk masa depan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Oleh karena itu peran para masyarakat terutama pemuda yang melek teknologi yang bisa membawa Bojonegoro untuk lebih baik lagi dan berkembang. “Dari Bojonegoro untuk Indonesia”, inilah slogan yang mendedikasikan Bojonegoro untuk menjadi Lumbung Energi dan Lumbung Pangan untuk Indonesia serta Kabupaten yang menerapkan Digital Society dengan dukungan dari Telkom Indonesia wilayah Jawa Timur. Mengapa harus Digital Society ? hal ini dikarenakan Bojonegoro merupakan daerah penghasil migas terbesar yang ramai dibicarakan didunia maya di Indonesia bahkan diseluruh dunia. Banyak pelajar baik dari dalam maupun luar negeri yang melakukan penelitian di kabupaten ini. Mereka belajar untuk mengenal daerah industrialisasi migas dan dampaknya bagi masyarakat sekitar.
Teknologi informasi disini merupakan peran terpenting dalam perkembangan daerah penghasil migas. Jika semua masyarakat terutama pemudanya melek internet positif maka akan tercipta sinkronisasi digitalisasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sekitar serta masyarakat luar tentang Bojonegoro. Lumbung energi merupakan daerah penghasil dan penyuplai energi terbesar di Indonesia, artinya Bojonegoro mampu menyumbang pendapatan negara dari hasil sektor migas ini. Kandungan migas yang terdapat di Bojonegoro dapat dieksploitasi dalam kurun 25 tahun yang akan datang, namun tidak hanya memikirkan begitu saja kekayaan yang tidak dapat diperbaharui ini, lama-kelamaan pasti akan habis. Inilah yang sesungguhnya menjadi pokok persoalan yang harus ditangani. Pengembangan usaha sektor nonmigas inilah yang akan dikelola dan diimplementasikan kepada masyarakat Bojonegoro agar dapat ikut berfikir dan berkreatifitas menumbuhkan usaha yang bermanfaat bagi Bojonegoro 25 tahun yang akan datang setelah eksploitasi migas berakhir. 
Peternakan Lele Sangkuriang Ngambon Bojonegoro
Bojonegoro sebagai Lumbung Pangan artinya Bojonegoro adalah penghasil dan penyuplai bahan pangan di Indonesia, yang mana hasil pertanian di Bojonegoro sangat baik. Selain tanaman padi, Kang Yoto juga menggerakkan tanam Jambu merah, Buah Belimbing yang terkenal di daerah Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu yang sekarang menjadi tempat wisata buah didaerah Bojonegoro sekaligus sebagai edukasi untuk para siswa. Selain itu ada juga tanaman kamboja yang mana bunga yang jatuh dan dikeringkan dapat sebagai obat kanker, jika disepanjang jalan atau di kebun kosong ditanami ribuan pohon kamboja mungkin Bojonegoro akan menjadi kabupaten obat kanker dari bunga pohon tersebut. Bojonegoro pun dikenal dengan hasil kayu jati yang berkualitas baik di Indonesia. Sedangkan di bidang peternakan Bojonegoro sebagai  penghasil ternak sapi dan kambing yang baik, sampai-sampai bupati mendapat julukan bupati ternak, mengapa demikian ? Hal itu dikarenakan Kang Yoto menekankan bahwasanya Bojonegoro harus menjadi penyedia atau pemenuh kebutuhan akan ternak baik sapi maupun kambing. Dibidang perikanan bojonegoro juga mempunyai perikanan ikan nila, gurami dan lele. Untuk ikan lele kini telah diprogramkan harus mempunyai peternak yang menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Jenis lele yang dikembangbiakan adalah jenis sangkuriang yang mana mempunyai kualitas yang baik.
Kabupaten yang dilewati sungai bengawan solo ini sungguh subur meskipun banjir melanda musim penghujan. Akan tetapi tidak menghalangi semangat masyarakat Bojonegoro untuk bercocok tanam, namun menjadikan sebuah berkah dari Bengawan Solo.Dari sinilah kemudian ada sebuah komunitas Blogger Bojonegoro yang mempunyai tujuan untuk mengekspos dan memperkenalkan potensi yang terdapat di Kota Bojonegoro. Suatu kumpulan dari berbagai pemuda Jonegoro (Bojonegoro) baik yang kuliah didalam kota maupun diluarn kota yang melihat kota tercinta dalam keterbelakangan atau biasa disebut gagap teknologi tapi semuanya telah berubah menjadi melek teknologi, mulai dari program Jungok (kumpul bareng Blogger Bojonegoro), Blogger Bojonegoro dari Ujung ke Ujung (memperkenalkan daerah wisata yang ada di kabupaten Bojonegoro) seperti Wisata Kahyangan Api, Kebun Buah Blimbing, Sumur  Minyak Tua Wonocolo dll. Blogger Bojonegoro Road to School yaitu program Blogger untuk memberi pelatihan kepada seluruh sekolah dari tingkat SMP, MTS, SMA, SMK dan MA belajar membuat blog dan menalkan betapa pentingnya internet positif. Selanjutnya program blog desa, jadi setiap desa di kabupaten Bojonegoro mempunyai weblog yang mana diera globalisasi dan modernisas ini semua informasi bisa dilihat secara cepat melalui akun blog maupun website masing-masing desa. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggandeng Telkom Indonesia wilayah Bojonegoro dan Jawa Timur untuk mensukseskan program Digital Society di Kabupaten Bojonegoro, dengan memberi akses free wifi pada setiap sekolah yang ada di kabupaten Bojonegoro dan juga tempat-tempat tertentu yang menjadi fasilitas umum seperti perpustakaan umum, alun-alun kota dan juga tempat wisata dan daerah sentra peternakan dan perikanan. Hal ini dimaksudkan supaya daerah tersebut dapat selalu terekspos dan berkembang serta saling terhubung dengan daerah lainnya serta pemerintah daerah. Semua saling terhubung meski jarak jauh yaitu kedekatan didunia maya.
Semua kegiatan tersebut didukung sepenuhnya oleh Jajaran Pemkab Bojonegoro terutama Bupati dan Dinas Kominfo Bojonegoro. Selain itu ada pula kesenian khas Bojonegoro yaitu Tari Tengul dan mempunyai Suku asli Jonegoro yang bernama Suku Samin terletak di daerah Margomulyo yang mana masyarakat suku samin ini masih mempertahankan keasliannya sebagai suku yang primitif. Inilah kota kecil yang dulunya keterbelakangan teknologi tetapi sekarang berkembang pesat menjadi kabupaten yang berdigital society dari Bojonegoro Untuk Indonesia. Dari hal terkecil inilah Bojonegoro belajar untuk memperbaiki diri. Dengan kedatangan Wakil Menteri Pak Susilo Siswo Utomo pada hari Minggu, 29 Desember 2013 untuk melihat seberapa jauh perkembangan eksploitasi migas di Bojonegoro dan mengunjungi beberapa tempat wisata di Bojonegoro yang salah satunya Kebun Belimbing, Sumur Tua Wonocolo dan malam harinya di Kahyangan Api. Itu menjadikan semangat dan motivasi baru untuk Bojonegoro bangkit menjadi Lumbung Energi dan Lumbung Pangan Nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com